Tampilkan postingan dengan label uny. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uny. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Manfaat dan Kelemahan SKJ 2008 dan Jalan Sehat

Manfaat
Senam SKJ 2008
Jalan Sehat
1.       Dalam pemanasan SKJ 2008 menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis, agar dapat melaksanakan latihan gerakan SKJ 1988 dengan baik dan benar.
2.      Menaikan / meningkatkan suhu tubuh secara bertahap.
3.      Meningkatkan koordinasi otot dan persendian.
4.      Mengurangi resiko cidera.
5.      Memenuhi keinginan bergerak.
6.      Memberikan rangsangan pertumbuhan pada tubuh
7.      Musik yang digunakan cukup bagus dan menggugah semangat
8.      Menguatkan persendian lutut.
9.      Menguatkan otot tungkai atas, bawah, dan kaki.
10.  Meregangkan otot bahu
11.  Membuka nafas melalui gerakan tangan yang luas
12.  Melatih kelincahan tungkai atas, bawah,  kaki
13.  Menggugah semangat kerja otot
14.  Melancarkan peredaran darah
15.  Mengulur otot lengan  atas
16.  Mengulur otot lengan bawah
17.  Memadukan selaras gerak antara tangan dan kaki
18.  Dalam pendinginan  mengatur nafas menjadi lebih teratur dan santai
19.  Melemaskan dan mengembalikan sendi bahu yang sebelumnya terus digerakkan.
20.  Menurunkan suhu badan melalui pendinginan
21.  Meningkatkan fungsi jantung. Dengan menaikkan detak jantung Anda selama minimal 20 menit, Anda meningkatkan daya tahan dan kekuatan.
22.  Meningkatkan kinerja paru-paru. paru-paru Anda seperti bagian lain dari tubuh Anda, Aerobik membantu untuk memperluas paru-paru dan meningkatkan stamina dan kekuatan.
23.  Menjaga jantung dan paru-paru bekerja dengan baik adalah hal yang terpenting untuk dapat menguasai latihan berat tertentu. Setelah daya tahan Anda dibangun, akan lebih mudah untuk menyelesaikan latihan Anda dalam jumlah yang relatif singkat.
24.  Membantu Anda untuk menurunkan berat badan. SKJ 2008 memungkinkan tubuh Anda untuk membakar lemak dengan meningkatkan denyut jantung Anda. Sebagai sinyal tubuh Anda stres,
25.  SKJ 2008 meningkatkan koordinasi Anda. Terutama saat kita usia muda, koordinasi penting untuk gaya hidup sehat. Kegiatan SKJ 2008 adalah cara yang bagus untuk membuat pikiran, koneksi tubuh roh.


Aspek sosial :
26.  Memupuk keberanian dan kepercayaan diri
27.  Memupuk rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat
28.  Memupuk kesanggupan bekerja sama
29.  ia mulai membakar timbunan lemak yang tersimpan yang membantu Anda untuk menurunkan berat badan.
30.  SKJ 2008 membuat Anda terlihat seksi. Ketika Anda membakar lemak dan menurunkan berat badan, Anda akan melihat bahwa tubuh Anda sedang mencari lebih seksi dari sebelumnya.
31.  SKJ 2008 adalah cara yang bagus untuk tetap sehat. Itu karena mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
32.  Melawan depresi. SKJ 2008 yang dilakukan teratur telah dikenal untuk meningkatkan mood seseorang dan membantu membendung efek depresi. Tidak hanya peningkatan denyut jantung Anda memperbaiki mood Anda, kegiatan aerobik dapat menyenangkan.
33.  Tidak terpengaruh oleh cuaca
34.  Tidak membutuhkan track / lintasan yang panjang






1.      Berjalan kaki dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung
2.      Aktivitas berjalan kaki ini dapat memacu jantung berdegup lebih kecang sehingga dapat memompa darah lebih deras. Bukan  hanya itu, Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembangakan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antar sel darah yang bias berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
  1. Menurunkan dan Menstabilkan Berat Badan.
4.      Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh dapat ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi dan disamping itu selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki secara rutin. Mencegah Osteoporosis.
                     i.     Dengan menggerakan badan melalui berjalan kaki, dapat mengokohkan tulang-tulang dan otot-otot padatubuh. Disamping itu berjalan kaki di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit rutin  setiap hari setidaknya bisa “mengamankan” tulang kita dari osteoporosis hingga umur 70 tahun.
Mencegahkan kanker usus.
                                           ii.                        Kanker usus terjadi karena lamanya tinja tertahan dalam saluran pencernaan. Dengan menggerakkan badan, dapat melancarkan peristaltic usus dan jika peristaltic lancar, maka buang air menjadi tertib dan tinja tidak akan lama tertahan di saluran pencernan.
  1. Mengurangi Depresi.
                          i.                   Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat anti depresan yang harus diminum rutin.
  1. Mencegah kencing manis.
                     i.                       Ya,dengan membiasakan berjalan kaki sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive& Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bias diatasi tanpa perlu minum obat, bias dilakukan dengan memilih gerak badan rutin dan berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat anti diabetes.




Kelemahan
SKJ 2008
Jalan Sehat
1.      Dalam pemanasan terlalu dominan untuk gerakan tangan
2.      Dalam pemanasan, pinggang kurang digerakkan
3.      Pergantian irama gerak antara pemanasan dan inti kurang bertahap
4.      Gerakannya yang kompleks menyulitkan pada pemula untuk menghafal gerakan tersebut
5.      Terlalu membutuhkan konsentrasi yang tinggi
6.      Kejenuhan dapat muncul karena tempat yang menetap
1.      Dalam jalan sehat, hindari kaos kaki berbahan katun, karena kaos kaki yang berbahan katun tidak begitu menyerap keringat
2.      Berjalan kaki dengan dagu berada didepan, dapat menyebabkan sakit leher dan pungggung
3.      Jalan sehat memerlukan udara yang bersih. Kurang baik dilakukan disembarang tempat
4.      Waktu yang dibutuhkan hanya waktu – waktu tertentu. Misalnya pagi hari.
5.      Harus memilih medan yang tepat
6.      Cuaca yang buruk dapat menghambat jalan sehat



Referensi :

Senin, 16 Januari 2012

Kuliah Fisiologi

1.      Fisiologi olahraga mempelajari perubahan-perubahan fungsi organ-organ baik yg bersifat sementara (akut) maupun yg bersifat menetap karena melakukan olahraga baik untuk tujuan kesehatan maupun utk tujuan prestasi
Fisiologi Olahraga merinci dan menerangkan perubahan fungsi yang disebabkan oleh latihan tunggal (acute exercise) atau latihan yg dilakukan secara berulang-ulang (chronic exercise) dengan tujuan untuk meningkatkan respon fisiologis terhadap intensitas , durasi, frekuensi latihan, keadaan lingkungan dan setatus fisiologis individu.
2.      Aklimatisasi merupakan suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari suatu organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya.[1] Hal ini didasarkan pada kemampuan organisme untukdapat mengatur morfologi, perilaku, dan jalur metabolisme biokimia di dalam tubuhnya untuk menyesuaikannya dengan lingkungan.[2] Beberapa kondisi yang pada umumnya disesuaikan adalah suhu lingkungan, derajat keasaman (pH), dan kadar oksigen.[1] Proses penyesuaian ini berlangsung dalam waktu yang cukup bervariasi tergantung dari jauhnya perbedaan kondisi antara lingkungan baru yang akan dihadapi, dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.[1]
Proses aklimatisasi dapat diterapkan pada banyak hal, seperti pada pendakian gunung.[3] Hal ini biasanya dilakukan apabila seseorang ingin melakukan pendakian pada gunung yang memiliki puncak yang cukup tinggi, hingga ribuan meter di atas permukaan laut, seperti Gunung Everest.[3] Beberapa hal utama yang harus disesuaikan antara lain adalah suhu dan kadar oksigen di udara karena pada dataran tinggi suhu lingkungan bisa jauh lebih rendah, demikian pula dengan kadar oksigennya yang menyebabkan tubuh harus memproduksi lebih banyak sel darah merah atau eritrosit.
2.         Dalam olahraga, doping merujuk pada penggunaan obat peningkat performa oleh para atlet agar dapat meningkatkan performa atlet tersebut. Akibatnya, doping dilarang oleh banyak organisasi olahraga.
Menurut IOC (International Olympic Committee) pada tahun 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis. Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa, kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga "bersih" (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum. Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.
3.         Pengertian Daya Tahan Kardiorespirasi
Daya tahan kardiorespirasi adalah kesanggupan sistem jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh (Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas, 1994).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tahan Kardiorespirasi
1. Genetik
Daya tahan kardiovaskuler dipengaruhi oleh faktor genetik yakni sifat-sifat spesifik yang ada dalam tubuh seseorang sejak lahir. Kita mewarisi banyak faktor yang memberikan konstribusi pada kebugaran aerobik, termasuk kapasitas maksimal sistem respiratory dan kardiovaskuler, jantung yang lebih besar, sel darah merah dan hemoglobin yang lebih banyak. Pengaruh genetik pada kekuatan otot dan daya tahan otot pada umumnya berhubungan dengan komposisi serabut otot yang terdiri dari serat merah dan serat putih.
2. Umur
Umur mempengaruhi hampir semua komponen kesegaran jasmani. Daya tahan kardiovaskuler menunjukkan suatu tendensi meningkat pada masa anak-anak sampai sekitar dua puluh tahun dan mencapai maksimal di usia 20 sampai 30 tahun
Peningkatan kekuatan otot pria dan wanita sama sampai usia 12 tahun, selanjutnya setelah usia pubertas pria lebih banyak peningkatan kekuatan otot, maksimal dicapai pada usia 25 tahun yang secara berangsur-angsur menurun dan pada usia 65 tahun kekuatan otot hanya tinggal 65-70% dari kekuatan otot sewaktu berusia 20 sampai 25 tahun.
3. Jenis Kelamin
Daya tahan kardiovaskuler pada usia anak-anak, antara pria dan wanita tidak jauh berbeda, namun setelah masa pubertas terdapat perbedaan. Rata-rata wanita muda memiliki kebugaran aerobik antara 15-25% lebih kecil dari pria muda dan ini tergantung pada tingkat aktivitas mereka. Tapi pada atlet remaja putri yang sering berlatih hanya berbeda 10% dibawah atlet putra dalam usia yang sama dalam hal VO2max.Pengambilan oksigen pada wanita 2,2L lebih kecil daripada pria 3,2L. Kapasitas vital paru wanita juga lebih kecil dibanding pria.
4. Kegiatan Fisik
Bukti yang ada menunjukkan bahwa otot jantung ukurannya meningkat karena digunakan dengan tuntutan yang lebih besar diletakkan pada jantung sebagai akibat dari aktivitas jasmani, terjadi pembesaran jantung.
Hasil penelitian pada atlet, pada umumnya disepakati bahwa jumlah isi darah perdenyut jantung lebih besar dipompakan ke seluruh tubuh dari pada orang yang tidak terlatih.

PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH termoregulator
Bagian dalam inti suhu tubuh, yang benar- benar mempunyai suhu rata-rata 37 derajat Celcius, yaitu diukur pada daerah (mulut, otot, membrane tympani, vagina, esophagus.(Tr)
Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.(Ts)
Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus ;
TMB = 0,33 Ts + 0.67 Tr

Organ Pengatur Suhu Tubuh
Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus, Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panasHipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas
Mekanisme pengaturan suhu
Kulit –> Reseptor ferifer –> hipotalamus (posterior dan anterior) –> Preoptika hypotalamus –> Nervus eferent –> kehilangan/pembentukan panas
SUMBER PANAS
1. Metabolisme
Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%.
2. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.
PELEPASAN PANAS
1. Penguapan (evaporasi)
Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Walau tidak berkeringat, melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss).
2. Radiasi
Bila suhu disekitar lebih panas dari badan akanpermukaan tubuh terjadimenerima panas, bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Proses ini  dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan seperti cahaya radiasi.
3. Konduksi
Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air)
4. Konveksi
Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul, gas atau cairan. Misalnya pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat pada tubuh akan dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurangmenjadi padat, naik dan diganti udara yang lebih dingin. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas.


Latihan merupakan gerakan dan kegiatan fisik yang melibatkan penggunaan kelompok otot besar, seperti latihan kalistenik, jogging, berenang, dan berlari” (Kent dalam Soni, 2008: 72). “Latihan olahraga merupakan salah satu modulator fungsi biologis yang bersifat ganda, yakni dapat menimbulkan pengaruh positif (meningkatkan dan memperbaiki), maupun pengaruh negatif (menurunkan dan merusak)” (Harjanto dan Santoso dalam Bawono, 2008: 102). Menurut Sugiarto, “Latihan olahraga yang dilakukan secara baik, teratur, progesif, dan tepat dosis akan menyebabkan peningkatan sistem adaptasi tubuh” (Bawono, 2008: 103).
Komponen :
volume latihan; 2) intensitas latihan; 3) densitas latihan; dan 4) tingkat keterampilan